Kamis, 06 Juni 2013

STRATEGI PEMBELAJARAN SEORANG GURU

STRATEGI PEMBELAJARAN
Tahapan inilah yang perlu dilakukan pengajar untuk mengoptimalkan materi yang hendak disampaikan.
Pertama, pengajar mesti mengetahui materi yang akan disampaikannya. Ini adalah hal yang paling mendasar. Bagaimana mungkin seseorang ingin menyampaikan sesuatu jika yang hendak disampaikannya pun dia tidak tahu? Materi yang disampaikan seharusnya diketahui secara komprehensif agar apa yang akan disampaikan tidak parsial atau bias.
Kedua, selain mengetahui, pengajar juga mesti memahami penuh materi yang disampaikan. Pemahaman ini lebih pada kajian analitik yang lebih detail. Pemanahan materi yang baik akan memudahkan pengajar mengeksplore materi dengan baik.
Ketiga, penguasaan. Penguasaan materi yang dimaksud di sini adalah pengajar bisa memberikan contoh-contoh aplikatif atau analogi yang lebih sederhana. Materi yang cenderung rumit bisa dipermudah dengan menguasai materi. Penguasaan materi juga menyangkut tentang pengalaman empiric atau percobaan/penelitian.
Keempat, pentransferan. Walaupun pengajar telah menguasai materi dengan baik tetapi jika komunikasinya berantakan, maka transfer ilmu akan terhambat. Oleh karena itu pengajar juga perlu memiliki keterampilan pentrasferan ilmu yang baik dengan mempertimbangkan komunikasi yang efektif dan sesuai dengan sasaran.
Kelima, pengevaluasian. Pengajar perlu melakukan pengevaluasian apa yang telah disampaikannya kepada peserta didik. Pengevaluasian bisa dalam bentuk kuis ataupun test baik tertulis ataupun lisa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Dari kegiatan ini, pengajar bisa mendapat gambaran tentang kompetensi diri pengajar. Hasil evaluasi yang baik biasanya akan sejalan dengan optimalisasi pengajat menyampaikan materi.
Kelima, refleksi. Refleksi adalah tahapan terakhir sekaligus tahapan yang sangat penting tanpa mengesampingkan tahapan lainnya. Pada tahapan inilah seorang pengajar bisa berkaca sehingga untuk ke depan, akan melakukan penyampaian materi dengan lebih baik.
Kelima tahapan ini pada dasarnya saling bersinergis. Untuk melakukan tahapan satu, pengajar mesti melakukan tahapan sebelumnya. Sehingga untuk mengoptimalkan penyampaian materi, agar memperhatinkan kelima tahapan ini.
Rasa-rasanya memang rumit. Tetapi disinilah tantangannya. Seorang pengajar yang professional mestinya sadar bahwa pencapaian yang baik adalah ketika peserta didik mengngat dan memahami betul apa yang disampaikan pengajar. Dan jika ada case, dimana baru kemarin seorang pengajar menyampaikan materi kemudian haris ini sudah lupa atau tidak ingat, barangkali ada yang salah dengan strategi penyampaian materinya sehingga dapat diaktakan bahwa pengajar tersebut gagal dan sia-sia telah memberikan materi sebelumnya.
Maka dari itu, saya mengajak kita semua (karena jiwa pengajar gak mesti seorang guru), untuk memperhatikan tahapan ini dalam rangka penyampaian materi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar